Yersinia Pestis Berbentuk Penyakit Hitam (Black Death)
Apakah bakteri
Yersinia Pestis itu?
Yersinia
pestis adalah bakteri yang menyebabkan gangguan. termasuk bakteri Gram-negatif yang dapat tumbuh dengan
atau tanpa oksigen. Yersinia Pestis sebelumnya telah diklasifikasikan dalam keluarga Pasteurellaceae, Namun berdasarkan kesamaan dengan Escherichia coli (E. coli), maka
Yersinia termasuk
dalam keluarga Enterobacteriaceae.
Klasifikasi Ilmiah
Domain : Bakteri
Phylum : Proteobacteria
Ordo :
Enterobacterials
Famili : Enterobacteriacheae
Genus : Yersinia
Spesies : Yersinia Pestis
Morfologi dan Habitatnya, Bakteri Yersinia pestis merupakan bakteri gram
negatif yang dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen,
dengan bentuk bipolar yang mencolok dengan pewarnaan khusus. Organisme ini
tumbuh sebagai anaerob fakultatif, pertumbuhan bakteri ini lebih cepat bila
berada pada media yang mengandung darah atau cairan jaringan bagian dalam dengan
suhu cairan 300oC. sedangkan pada kultur darah suhunya 370oC.
Bakteri
ini menyebabkan penyakit yang menular dan dapat
mengakibatkan kematian disebut juga sebagai penyakit pes (Marisa, 20017). Pes merupakan salah satu penyakit
yang hebat dan sangat menular dengan angka kematian yang tinggi yang ditularkan
lewat tikus (yang digigit pinjal yang terinfeksi). Pes disebut
juga sebagai black death karena salah
satu gejala penyakit ini adalah kehitaman pada ujung-ujung jari dan tingkat
kematiannya yang tinggi.
Tahukah kalian kapan bakteri Yersinia
Pestis dibutuhkan ?
Bakteri
Yersinia Pestis menghasilkan banyak
antigen dan toksin yang dibutuhkan untuk faktor virulensi. Peranannya menghasilkan bakteriosin (pestisin)
seperti enzim isositrat liase yang bersifat khusus.
Bagaimana Yersinia Pestis
bisa menginfeksi manusia dan menimbulkan black death ?
Yersinia pestis awalnya
menginfeksi dan menyebar ke hewan pengerat rumah
misalnya tikus.
Tikus merupakan reservoir dan pinjal merupakan
vector penularnya, sehingga penularan ke manusia dapat terjadi melalui
gigitan pinjal atau kontak langsung dengan tikus yang terinfeksi bakteri Yersinia
pestis (Jawetz, 2005). Pada manusia juga dapat terinfeksi karena gigitan pinjal atau dengan
kontak
vector. Menurut Profesor Duncan, gejala The Black Death ditandai dengan gejala demam
mendadak, nyeri, perdarahan organ dalam, dan efusi darah ke kulit yang
menimbulkan bercak-bercak di kulit, khususnya sekitar dada dan ujung- ujung
jari. Setelah terinfeksi selama 2- 7 hari maka kulit yang terinfeksi bakteri Yersinia Pestis akan menjadi hitam.
Bakteri ini sangat tinggi angka kematiannya hingga 50 %. Sehingga disebut juga black death.
Apa solusi untuk penyakit black death ?
Untuk pengendalian pes
dibutuhkan penelitian pada hewan yang terinfeksi, serta semua pasien yang dicurigai menderita pes harus
diisolasi, dengan memberikan vaksin
protein rekombinan yang terdiri dari Yersinia pestis F1 (protein kapsul)
dan antigen V. sejauh ini sangat menjanjikan
dalam melindungi hewan terhadap infeksi penyakit pes. Berdasarkan penelitian Sitti chodijah dkk, melalui
partisipasi masyarakat diharapkan juga dapat meningkatkan jumlah tikus yang
tertangkap. Dalam pemasangan alat trapping (live trap), Ibu merupakan
anggota keluarga yang dianggap mengerti kondisi rumah, karena ibu yang biasa
membersihkan rumah, sehingga mengetahui tanda keberadaan tikus (jejak tikus,
kotoran tikus, jalan tikus, bekas gigitan tikus, dan bau khas tikus) dan dapat
meletakkan trap sesuai tempatnya (Dwi S, 2008 dan Ikawati, 2010). Oleh
karena itu, untuk meminimalisasi kasus pes, perlu usaha masyarakat
juga dalam menjaga
sanitasi dan higienitas lingkungannya.
Daftar Pustaka
Jawetz, Melnick dan Adelbergs. 2005. Mikrobiologi Kedokteran.
Jakarta: Salemba Medika
Sub Direktorat Zoonosis. 2000. Pedoman Penanggulangan Pes di
Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Uwe,
Grob and Kerstin, Wydra. 2013. Materal-Child Health. Gottingen International
Health Network.
Niel,
R Chamberlain. http://www.atsu.edu/faculty/chamberlain/website/lectures/lecture/plague.htm,
Dikutip pada tanggal 4 Juni 2015.
Bhisma, Murti. “Sejarah Epidemiologi”. Jounal Institute Of Health Economic
And Policy Studies (IHEPS). Tersedia online
di www. fk.uns.ac.id/index.php/download/file/62.
Sitti Chodijah dkk, 2011. Peningkatan Peranserta Masyarakat Dalam
Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Dbd (Psn-Dbd) Di Dua Kelurahan Di Kota
Palu, Sulawesi Tengah. Ejournal Litbang Depkes 21(4)
Ikawati Bina, Nurjazuli. 2010. Analisis Karakteristik Lingkunagn
Pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak Jawa Tengah Tahun 2009. Media
Kesehatan Masyarakat Indonesia, 9(1): 33 - 40

