Yersinia Pestis Berbentuk Penyakit Hitam (Black Death)
Apakah bakteri
Yersinia Pestis itu?
Yersinia
pestis adalah bakteri yang menyebabkan gangguan. termasuk bakteri Gram-negatif yang dapat tumbuh dengan
atau tanpa oksigen. Yersinia Pestis sebelumnya telah diklasifikasikan dalam keluarga Pasteurellaceae, Namun berdasarkan kesamaan dengan Escherichia coli (E. coli), maka
Yersinia termasuk
dalam keluarga Enterobacteriaceae.
Klasifikasi Ilmiah
Domain : Bakteri
Phylum : Proteobacteria
Ordo :
Enterobacterials
Famili : Enterobacteriacheae
Genus : Yersinia
Spesies : Yersinia Pestis
Morfologi dan Habitatnya, Bakteri Yersinia pestis merupakan bakteri gram
negatif yang dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen,
dengan bentuk bipolar yang mencolok dengan pewarnaan khusus. Organisme ini
tumbuh sebagai anaerob fakultatif, pertumbuhan bakteri ini lebih cepat bila
berada pada media yang mengandung darah atau cairan jaringan bagian dalam dengan
suhu cairan 300oC. sedangkan pada kultur darah suhunya 370oC.
Bakteri
ini menyebabkan penyakit yang menular dan dapat
mengakibatkan kematian disebut juga sebagai penyakit pes (Marisa, 20017). Pes merupakan salah satu penyakit
yang hebat dan sangat menular dengan angka kematian yang tinggi yang ditularkan
lewat tikus (yang digigit pinjal yang terinfeksi). Pes disebut
juga sebagai black death karena salah
satu gejala penyakit ini adalah kehitaman pada ujung-ujung jari dan tingkat
kematiannya yang tinggi.
Tahukah kalian kapan bakteri Yersinia
Pestis dibutuhkan ?
Bakteri
Yersinia Pestis menghasilkan banyak
antigen dan toksin yang dibutuhkan untuk faktor virulensi. Peranannya menghasilkan bakteriosin (pestisin)
seperti enzim isositrat liase yang bersifat khusus.
Bagaimana Yersinia Pestis
bisa menginfeksi manusia dan menimbulkan black death ?
Yersinia pestis awalnya
menginfeksi dan menyebar ke hewan pengerat rumah
misalnya tikus.
Tikus merupakan reservoir dan pinjal merupakan
vector penularnya, sehingga penularan ke manusia dapat terjadi melalui
gigitan pinjal atau kontak langsung dengan tikus yang terinfeksi bakteri Yersinia
pestis (Jawetz, 2005). Pada manusia juga dapat terinfeksi karena gigitan pinjal atau dengan
kontak
vector. Menurut Profesor Duncan, gejala The Black Death ditandai dengan gejala demam
mendadak, nyeri, perdarahan organ dalam, dan efusi darah ke kulit yang
menimbulkan bercak-bercak di kulit, khususnya sekitar dada dan ujung- ujung
jari. Setelah terinfeksi selama 2- 7 hari maka kulit yang terinfeksi bakteri Yersinia Pestis akan menjadi hitam.
Bakteri ini sangat tinggi angka kematiannya hingga 50 %. Sehingga disebut juga black death.
Apa solusi untuk penyakit black death ?
Untuk pengendalian pes
dibutuhkan penelitian pada hewan yang terinfeksi, serta semua pasien yang dicurigai menderita pes harus
diisolasi, dengan memberikan vaksin
protein rekombinan yang terdiri dari Yersinia pestis F1 (protein kapsul)
dan antigen V. sejauh ini sangat menjanjikan
dalam melindungi hewan terhadap infeksi penyakit pes. Berdasarkan penelitian Sitti chodijah dkk, melalui
partisipasi masyarakat diharapkan juga dapat meningkatkan jumlah tikus yang
tertangkap. Dalam pemasangan alat trapping (live trap), Ibu merupakan
anggota keluarga yang dianggap mengerti kondisi rumah, karena ibu yang biasa
membersihkan rumah, sehingga mengetahui tanda keberadaan tikus (jejak tikus,
kotoran tikus, jalan tikus, bekas gigitan tikus, dan bau khas tikus) dan dapat
meletakkan trap sesuai tempatnya (Dwi S, 2008 dan Ikawati, 2010). Oleh
karena itu, untuk meminimalisasi kasus pes, perlu usaha masyarakat
juga dalam menjaga
sanitasi dan higienitas lingkungannya.
Daftar Pustaka
Jawetz, Melnick dan Adelbergs. 2005. Mikrobiologi Kedokteran.
Jakarta: Salemba Medika
Sub Direktorat Zoonosis. 2000. Pedoman Penanggulangan Pes di
Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Uwe,
Grob and Kerstin, Wydra. 2013. Materal-Child Health. Gottingen International
Health Network.
Niel,
R Chamberlain. http://www.atsu.edu/faculty/chamberlain/website/lectures/lecture/plague.htm,
Dikutip pada tanggal 4 Juni 2015.
Bhisma, Murti. “Sejarah Epidemiologi”. Jounal Institute Of Health Economic
And Policy Studies (IHEPS). Tersedia online
di www. fk.uns.ac.id/index.php/download/file/62.
Sitti Chodijah dkk, 2011. Peningkatan Peranserta Masyarakat Dalam
Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Dbd (Psn-Dbd) Di Dua Kelurahan Di Kota
Palu, Sulawesi Tengah. Ejournal Litbang Depkes 21(4)
Ikawati Bina, Nurjazuli. 2010. Analisis Karakteristik Lingkunagn
Pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak Jawa Tengah Tahun 2009. Media
Kesehatan Masyarakat Indonesia, 9(1): 33 - 40

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusartikelnya sangat menarik mengenai penyakit PES,, karena saya baru mendengar tentng penyakit ini :D, artikel ini menambah pengetahuann saya. teriakasih kakak Nuli :D,,, tapi sayangnya artikel ini tidak menunjukan gambar organisme yang terkena penyakit ini sehingga saya sedikit bingung membayangkannya :D... menurut sumber yang saya baca ternyata yersinia perstis juga menyerang pinjal (pinjel merupakan jenis hewan serangga yang bermetamorposis sempurna)
BalasHapushttp://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/10/jtptunimus-gdl-s1-2008-abdulmutho-483-3-bab2.pdf
Ohiya...saya lupa untuk memberikan gambarnya...
Hapusterima kasih anggit buat tambahannya...:-)
artikel yang menarik tentang penyakit ;). saya baru tahu kalau ada penyakit "hitam" yang dapat membawa wabah penyakit hingga ke penjuru dunia. sangaat membahayakan sekali yaa.. saya ingin menambahkan bahwa ada jenis penyakit lain tidak hanya pes. yang disebabkan oleh bakteri ini seperti :
BalasHapus1. Wabah septicemia
Jenis wabah dapat baik mengembangkan terutama atau sebagai akibat dari penyakit pes yang tidak diobati. Gejala dari ini termasuk perdarahan ke dalam kulit dan organ lain mulai untuk menghitamkan jaringan dan kematian, terutama di jari, jari kaki, dan hidung.
2.Wabah pneumonia
Jenis wabah baik berkembang dari menghirup tetesan menular atau dari tidak diobati pes wabah septicemia / dan bakteri menyebar ke paru-paru. Pada titik ini wabah menular dan dapat menyebar dari orang ke orang melalui tetesan menular. Gejala dari jenis wabah termasuk demam, sakit kepala, lemah, dan pneumonia berkembang yang mempertinggi gejala batuk, nyeri dada dan sesak napas.
3.Morbiditas dan mortalitas
Di seluruh dunia, jumlah kasus yang dilaporkan ke kisaran Organisasi Kesehatan Dunia antara 1000 dan 2000 per tahun. Namun, menurut WHO, jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Karena ini, sulit untuk menilai angka kematian, terutama di negara-negara berkembang dengan diagnosa miskin dan di bawah pelaporan. Angka kematian yang dikutip oleh WHO, adalah antara 8-10%, tapi sekali lagi, persentase diprediksi diharapkan akan jauh lebih tinggi
dan link tersebut bisa dilihat disini --> http://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Yersinia_Pestis_(Pathogenesis)
Terima kasih Firda untuk tambahannya...:-)
Hapussemoga saling bermanfaat...
Trimakasih ka nuli atas informasi barunya di artikel ini. Saya akan menambahkan, Teknik isolasi dan identifikasi Y. Pestis mempunyai prinsip – prinsip umum pertumbuhan yaitu terdiri dari tiga tahap yaitu : tahap pengkayaan, seleksi media agar dan uji biokimia Tahap Pengkayaandilakukan dengan cara menimbang sebanyak 10-25 korban yang diakibatkan karena penyakit pes dari tahun gram spesimen kemudian dimasukkan dalam blender atau plastik steril dan ditambah 90-225 ml media pengkayaan (dapat menggunakan Buffered Peptone. Water (BPW), Brain Heart Infusion (BHI) atau Nutrient Broth). Setelah itu dibuat suspensi spesimen 10 %. Lakukan homogenisasi selama 0 dengan cara perbaikan perumahan hingga tidak ada lagi ± 2 menit dan diinkubasikan pada suhu 37 C selama 24 jam Tahap seleksi pada media agar diawali dengan mengambil 1 ose (dari media pengkayaan) kemudian dapat diinokulasikan/digoreskan pada media Blood Agar Darah (BLD) atau menggunakan nutrient agar. Inkubasi Koloni Y.pestis pada media agar darah tampak bulat, cembung, kecil, berwarna keabu – abuan dan kental. Tahap Uji Biokimia merupakan tahapan uji koloni menggunakan berbagai media.
BalasHapushttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/blb/article/view/1725/3227
Sama-sama saling belajar Khalifa..._^
Hapussemoga saling bermanfaat...:-)
Artikel yang sangat informatif kak nuli
BalasHapusTerimakasih telah memaparkan dengan jelas tentang bakteri ini, jadi tahu bahwa Yersinia Pestis menyebabkan penyakit black death atau lebih sering disebut sebagai penyakit pes. Nah, saya hanya ingin menambahkan saja ya kak bahwa menurut literature yang say abaca ada beberapa gejala penyakit pes ini, bias jadi bahan acuan untuk mengenali pes sejak dini dan juga untuk mencegah penyakit ini agar tidak terjangkit. Bias dilihat selengkapnya di link berikut ini
http://www.sehatfresh.com/yersinia-pestis/
terimakasih, semoga bermanfaat :)
Sama-sama belajar Euis.._^
HapusTerima kasih juga atas tambahan materinya..
semoga bermanfaat juga..:-)
Sungguh menarik dan dapat membantu menambah informasi khususnya mengenai penyakit yang disebabkan bakteri salah satunya yaitu penyakit pes, penyakit yang hanya dengan gigitan tikus yg terinfeksi Yersinia pestis dapat menyebabkan kematian. Woow, mengerikan sekali ya kedengarannya. Lalu bagaimanakah penanganan atau pengobatan yang harus dilakukan jika terserang penyakit ini ? apakah benar" tidak dapat tertolong ? hmm..tenang saja, dalam artikel yang saya baca http://www.kerjanya.net/faq/3873-pes.html ada beberapa cara yang dapat dilakukan salah satunya adalah penangan medis dan pemberian antibiotik. Pemilihan jenis antibiotik bergantung pada gejala klinis penderita. Untuk gejala berat seperti tipe septikemia dan tipe pneumonik, Streptomisin adalah pilihan utama. Obat ini diberikan secara suntik ke dalam otot (intramuskular) selama 5-7 hari. Antibiotik suntik dapat diganti menjadi obat tablet/pil jika terdapat perbaikan gejala. Total lama pengobatan pes adalah 7-10 hari. Untuk gejala ringan, dapat diberikan antibiotik Tetrasiklin. Tetrasiklin diberikan dalam bentuk tablet atau pil (per oral) selama 10-14 hari. Ada juga berbagai alternatif antibiotik lainnya adalah Gentamisin, Kloramfenikol, Doksisiklin, Trimetropim-Sulfametoksazol, dan Sulfadiazin. Semoga dapat membantu, terima kasih :)
BalasHapusTerima kasih Farrisa...atas artikel tambahannya tentang antibiotik untuk penderita penyakit pes..
Hapus:-)
Artikel yang dibuat oleh Ka Nuli sangat informatif dan menambah wawasan baru. Saya baru mendengar bakteri ini dan asing ditelinga saya. Dengan membaca artikel diatas saya menjadi tahu mengenai Bakteri Yersinia Pestis. Sangat mengerikan sekali bahwa bakteri ini dapat menyebabkan kematian dengan ditandai oleh kehitaman pada ujung-ujung jari. Saya ingin menambahkan sedikit mengenai pengobatan penyakit pes dapat dilakukan dengan cara terapi yaitu dengan pemberian antibiotik. Selanjutnya dapat dibaca pada http://www.kerjanya.net/faq/3873-pes.html untuk menambah pengetahuan dan dapat sebagai pelenkap bagi artikel yang Kakak buat.
BalasHapusTerima kasih dan semoga bermanfaat^^
Terima kasih^^
Terima Kasih Evin.._^ atas artikel tambahannya tentang macam-macam antibiotik untuk penderita penyakit pes..
Hapussemoga bermanfaat juga..:-)
Kembali kasih ka Nuli. Sangat bermanfaat artikel yang kakak buat sehingga saya semakin perduli dan waspada akan keberadaan mikroorganisme^^
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWoow... artikelnya luar biasa ya.. karena penjelasannya mudah dipahami dan enak untuk dibacanya..
BalasHapusJadi begini, ka.. menurut literatur lain yang saya baca, Penyakit pes adalah penyakit infeksi pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Pes disebut juga penyakit sampar, plague, atau black death. Penyakit ini ditularkan dari hewan pengerat (terutama tikus) melalui perantara kutu (flea). Kutu perantara yang paling sering adalah jenis Xenopsylla cheopsis. Penyakit ini di Indonesia termasuk salah satu penyakit menular dalam Undang-Undang Wabah yang harus dilaporkan kepada Dinas Kesehatan dalam waktu 24 jam pertama sejak diketahui. Pes disebut sebagai black death karena salah satu gejala penyakit ini adalah kehitaman pada ujung-ujung jari dan tingkat kematiannya yang tinggi.
Jadi, ada kutu juga yang berperan dalam penularan penyakit Pes.. Seperti itu..
Terimakasih, ka :-D
Sumber:
Natharina Yolanda. Pes. http://www.kerjanya.net/faq/3873-pes.html. 2013
Terima kasih Firda.._^ atas tambahan artikelnya..mengenai penyebaran penyakit pes..
Hapuslewat tikus dan kutu..
:-)
Artikel yang sangat menarik ka Nuli :)dan sangat informatif sekali.
BalasHapusTikus? iiihh...beberapa orang pasti merasa jijik apabila mendengar kata hewan ini, apalagi kontak langsung dengan hewan ini. Karena kita mengenal hewan ini hidup di lingkungan yang kotor (tikus got). Setelah membaca artikel diatas saya setuju bahwa baiknya kita hati-hati dengan keberadaan hewan ini dan sebaiknya menjaa diri kita dan lingkungan kita agar terhindar dari penyebaran tikus yang ternyata sebagai pembawa bakteri Yersinia pestis yang dapata menyebabkan penyakit pes.
Izin menambahkan juga ya kak, terkait masa inkubasi penginfeksian bakteri Yersinia pestis yaitu sekita 2-6 hari, namun pada artikel yang saya baca, pada jenis penyakit pes yang baru, masa inkubasinya lebih cepat, berkisar 2-4 hari saja.
Silahkan kunjungi link bberikut untuk check and recheck dan semoga dapat menambha wawasan kita semua :)
http://extroindonesia.com/penyakit-pes-salah-satu-penyakit-akibat-tikus/
Terimakasih kak Nuli :)
Terima kasih Hani.._^,,atas tambahan artikelnya mengenai masa inkubasi penginfeksian terhadap penderita penyakit pes..
Hapussemoga bermanfaat juga buat kita semua..:-)
Wah serem sekali yaa infeksi bakteri ini :( saya setuju dengan pemaparan Kak Nuli mengenai tingkat kematian akibat bakteri Bakteri Yersinia Pestis ini, sesuai dengan sumber yang telah saya baca http://www.mehrir.kawunganten.com/2012/12/yersinia-pestis-penyebab-death.html menyatakan bahwa sebuah tim ilmuwan Jerman dan Kanada telah memastikan bakteri penyebab wabah "Kematian Hitam" (The Black Death) yang terjadi sekitar 600 tahun lalu. Wabah yang menyebabkan sepertiga warga Eropa tewas pada tahun 1348-1353 itu adalah bakteri Yersinia pestis. dan pada sumber lain pun sama yaitu Hampir 200 juta orang diperkirakan tewas dalam wabah wabah yang menghancurkan dunia kuno, kata para peneliti. Para persenjataan sukses wabah dalam program bioweapons bekas Uni Soviet juga membuat kekhawatiran biodefense patogen primer. Masalah medis tambahan telah muncul dari evolusi-MDR strain dari bakteri wabah ditemukan pada pasien dari beberapa lokasi.
BalasHapusWabah bakteri Yersinia pestis berkaitan erat dengan Y. enterocolitica dan Y. pseudotuberculosis, yang adalah makanan-ditanggung agen yang menyebabkan peradangan dari lambung dan usus. Semua bakteri Yersinia memiliki plasmid virulensi, yang diperlukan untuk menyebabkan penyakit. Plasmid adalah molekul DNA ekstra sering ditemukan pada bakteri yang mengandung gen yang dapat ditularkan dari satu strain bakteri yang lain dan yang mungkin memberikan keuntungan evolusioner, seperti resistensi antibiotik.
untuk informasi lebih lengkapnya dapat dibaca dalam sumber http://www.news-medical.net/news/2006/09/07/38/Indonesian.aspx terimakasih Ka Nuli semoga bermanfaat :)
Terima kasih Heti.._^,,atas tambahan sumbernya mengenai penyakit pes juga ada bakteri tambahan sehingga bisa menyebabkan peradangan dari lambung dan usus...
HapusSemoga saling bermanfaat..:-)
Artikel sangat menarik kak, jujur saya baru dengar tentang penyakit ini, sangat menyeramkan sekali yaaa, sampai menyebabkan kematian sampai 50% angka yang tidak sedikit.
BalasHapusIzin menambahkan, pada artikel yang kakak buat menyatakan Yersinia pestis awalnya menginfeksi dan menyebar ke hewan pengerat rumah misalnya tikus. Tikus merupakan reservoir dan pinjal merupakan vector penularnya, sehingga penularan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan pinjal atau kontak langsung dengan tikus yang terinfeksi bakteri Yersinia pestis (Jawetz, 2005). Berdasarkan artikel yang saya baca ternyata bakteri ini tidak langsung menginfeksi tikus atau hewan pengerat lainnya melainkan melalui perantara kutu (flea). Kutu perantara yang paling sering adalah jenis Xenopsylla cheopsis. Selain melalui gigitan kutu, pes dapat menular dengan berbagai cara lain, yaitu:
Kontak titik-titik air liur (droplet) di udara: berupa batuk atau bersin dari penderita pes dengan radang paru.
Kontak langsung: berupa sentuhan kulit yang terluka terhadap nanah/luka penderita pes, termasuk kontak seksual.
Kontak tidak langsung: sentuhan terhadap tanah atau permukaan yang terkontaminasi bakteri.
Udara: hirupan udara yang mengandung bakteri Y. pestis karena bakteri ini dapat bertahan di udara cukup lama.
Makanan atau minuman yang tercemar bakteri.
Adapun info lebih lanjut dapat diaskes pada http://www.kerjanya.net/faq/3873-pes.html
terima kasih ^^
Semangat :)
Terima kasih Dian,,atas tambahannya...
Hapussama halnya dengan Firda menjelaskan tentang perantara kutu juga bisa menyebabkan penyakit pes..
serta berbagai macam cara lainnya..seperti lewat udara dan sebagainya..
semoga saling bermanfaat..:-)
Penyakit pes sudah tidak asing di telinga, saya pernah mendengarnya dan tidak sedikit yang sudah menjadi korbannya. Tapi saya penasaran dengan awal mula ditemukannya penyakit ini di Indonesia. Izin menambahkan dari yang telah saya baca, bahwa penyakit pas atau disebut pula dengan Yeisiniosis pests maupun Pasteurellosis peslis merupakan penyakit yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Penyakit ini pertama kali diketahui pada tahun 1910 melalui pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Setelah itu diketahui pula telah memasuki Tanjung Mas. Semarang tahun 1916. Penyakit ini juga diketahui telah menyebar hingga Pelabuhan Cirebon pada tahun 1923, dan sampai di Pelabuhan tegal pada tahun 1927. Sekitar tahun-tahun tersebut yaitu antara tahun 1910 hingga tahun 1960 tercatat sejumleh 245.375 orang meninggal karena terjangkit penyakit pes. Penyakit ini merupakan penyakit yang memiliki sejarah yang cukup lama di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah juga memberikan perhatian dengan membuat peraturan perundangan yang diharapkan dapat mengantisipasi penyebaran pes. Salah satu peraturan yang mengaturnya yaitu termuat di dalam peraturan Menteri Kesehatan RI No. 560/Menkes/PeriV111/1989 mengenai penyakit yang menimbulkan wabah.
BalasHapusSumber : http://www.anakunhas.com/2011/11/penjelasan-penyakit-pes-sampar.html
Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa penyakit ini tidak boleh disepelekan, dan apabila sudah menemukan gejala-gejala yang mengarah ke penyakit ini, harap segera diperiksa oleh dokter supaya ada penanganan lebih lanjut.
Penjelasan yang mudah dipahami, terima kasih Kak Nuli :)
Terima kasih Anna,,...atas tambahan tentang peraturan Menteri Kesehatan RI yang mengenai penyakit pes ini..
Hapusbenar memang sudah tidak asing disebagian orang, dan benar juga dari segala jenis penyakit apapun itu pasti ada sisi positif serta negatifnya,,oleh karena itu kita tidak boleh menyepelehkannya..
semoga saling bermanfaat..:-)
artikel yang dibuat sangat menarik dan informatif. dan saya setuju dengan pemaparan Ka Nuli mengenai tingkat kematian akibat bakteri Bakteri Yersinia Pestis ini, sesuai dengan sumber yang telah saya baca di http://www.mehrir.kawunganten.com/2012/12/yersinia-pestis-penyebab-death.html
BalasHapusSebuah tim ilmuwan Jerman dan Kanada telah memastikan bakteri penyebab wabah "Kematian Hitam" (The Black Death) yang terjadi sekitar 600 tahun lalu. Wabah yang menyebabkan sepertiga warga Eropa tewas pada tahun 1348-1353 itu adalah bakteri Yersinia pestis.
Kematian 75 juta orang Eropa tersebut disebut "Kematian Hitam" karena kulit korban yang menghitam akibat pendarahan di bawah kulit (subdermal). Setelah sebelumnya masih diragukan oleh sejumlah kalangan bahwa kematian disebabkan bakteri Yersinia pestis, ilmuwan dari University of Tubingen Jerman dan Universitas McMaster Kanada telah mampu mengonfirmasi bahwa Yersinia pestis berada di balik wabah besar yang terkenal dalam sejarah tersebut sebagai "Great Mortality" atau Mortalitas Besar.
terimakasih ka nuli :)
Terima kasih Selly.._^,,atas tambahan artikelnya..
HapusMemang sebelumnya dari banyak penelitian, menganggap penyakit pes ini..penyakit yang biasa..tetapi setelah dilakukan lagi..ternyata penyakit paling cepat penyebarannya sehingga jika tidak diobati secepatnya..mengakibatkan kematian..
seperti yang dipaparkan selly..
semoga saling bermanfaat..:-)
awesome :D namanya unik "black death" saya baru tahu kalau ada penyakit mematikan yang berasal dari hewan pinjal tikus, hewan kecil seperti itu bisa menularkan penyakit yang sangat luar biasa mematikan. serem yaa :"
BalasHapusuntuk tambahan informasi saja ya kak Nuli, menurut Laporan Komisi Nasional Pengendalian Zoonis thn 2012, Pes berpotensi menjadi wabah apabila muncul dalam bentuk pes paru (pneumonic pes) yang ditularkan melalui percikan ludah penderita. Kejadian Pes terakhir dilaporkan pada tahun 2007 sebanyak 82 orang tertular. Daerah
endemis Pes sebagai berikut :
1. Jawa Tengah (Kecamatan Selo dan Cepogo, Kabupaten Boyolali);
2. DI Yogyakarta (Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman);
3. Jawa Timur (Kecamatan Nongkojajar, Tosari, Puspo, Pasrepan, Kabupaten Pasuruan)
sumber : https://www.k4health.org/sites/default/files/laporan%20nasional%20KNPZ%202012_0.pdf
teşekkür ederim ka Nuli :)
Terima kasih Indah.._^,,atas tambahan artikelnya mengenai daerah-daerah yang terkini, terkena penyakit pes..
Hapussemoga saling bermanfaat..:-)
iya kak, kita saling share aja hehe terimaksih kembali kaka yang sudah memberikan informasi di atas ;)
Hapusartikel kak nuly sangat informatif sekali, saya baru dengar ada penyakit yang namanya pes. ternyata memang tikus kebanyakan membawa penyakit yaa.. saya ingin menambahkan saja pada referensi yang saya baca bahwa pes ini dikenal dengan 2 macam yaitu pes bubo dan pes pneomonic. pes bubo ini ditandai dengan demam tinggi, tubuh menggigil, perasaan tidak enak, malas, nyeri otot dll. sedangkan pes pneomonic di tandai dengan gejala batuk hebat, air liur berdarah dll. informasi lebih jelasnya di referensi ini ya kak terimakasih^^ http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17538/4/Chapter%20II.pdf
BalasHapusTerima kasih Ayu.._^,,atas tambahan artikelnya seperti halnya dengan Heti yang menjelaskan macam-macam bakteri pes....serta gejalanya..
Hapussemoga saling bermanfaat buat kita semua..:-)
Artikel yang sudah di jelaskan oleh ka nuli sangat menarik sekali, ternyata bakteri ini sangat berbahaya dan tingkat kematiannya sangat tinggi pada manusia yang telah di tularkan oleh hewan yaitu tikus, namun bukan hanya tikus saja yang menularkan penyakit ini kadang-kadang dalam hewan lainnya, seperti:
BalasHapus• Squirrels
• Kutu
• Kucing
• Anjing
• Tikus kayu
• Chipmunks.
Penyakit pes Kutu ataupun tikus yang terinfeksi dapat membawa bakteri ini sampai berbulan2 lamanya. Selain itu pada kasus pneumonic plague, penularan terjadi dari dari percikan air liur penderita yang terbawa oleh udara.
Dasar kelainan : reaksi radang, endo dan eksotoksin
Masa inkubasi 2-8 hari.
a. Keluhan pokok
• Nyeri di daerah inguinal
• Demam tiba-tiba, kadang-kadang sampai delirium
• Mialgi berat
• Menggigil
• Ada riwayat terpapar tikus
Sumber : fauzi-madiun.com/2011/09/yersinia-pestis.html
Terima Kasih Heti.._^ atas tambahan artikelnya..sama halnya seperti Firda dan Dian...Heti memaparkan selain tikus banyak hewan yang bisa menyebarkan penyakit pes seperti kutu, kucing dan sebagainya..
Hapussemoga saling bermanfaat yaa..:-)
waaah saya jadi inget buku bacaan waktu SD. dulu saya di SD pernah baca buku yang membahas tentang penyakit pes atau sampar. dbuku itu dijelasin kalo penyakit mematikan ditularkan oleh tikus yang suka ada di tumpukan kayu belakang rumah yang tidak dibersihkan gitu kak..
BalasHapusterus saya baca wikipedia ternyata Penyakit ini tumbuh dengan berbagai ukuran, dimulai dari sebesar telur hingga sebesar apel. Meskipun beberapa orang selamat dari penderitaan, wabah penyakit ini biasanya hanya memberikan harapan hidup satu minggu pada korban . ckckck serem yah . Penyebaran wabah Pes bermula dari seranggga (umumnya kutu) yang terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan pengerat termasuk diantaranya tikus dan marmot yang terinfeksi wabah. Setelah tikus tersebut mati, kutu menggigit manusia dan menyebarkannya kepada manusia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Maut_Hitam
terima kasih kak buat informasinya.. saya jadi tambah tau tentang penyakit sampar ini :)
Terima kasih Suadah.._^,,atas tambahan artikelnya...sama seperti halnya Firda, Dian dan Heti..suadah memaparkan tentang tambahan hewan yang bisa menyebarkan penyakit pes..
Hapussemoga saling bermanfaat yaa..:-)
Artikel kakak ini sangat menarik ya :) dapat menambah informasi khususnya mengenai penyakit yang disebabkan bakteri salah satunya yaitu penyakit pes, penyakit yang hanya dengan gigitan tikus yg terinfeksi Yersinia pestis dapat menyebabkan kematian. Astaghfirullah menyeramkan sekali :(
BalasHapusSaya ingin menambahkan informasi yang saya dapat ya kak :D bahwa
Dari Usamah bin Zaid ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
إِذَا وَقَعَ الطَّاعُوْنُ بِأَرْضٍِ فَلاَ تَدْخُلُوْهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍِ وَأَنْتُمْ فِيْهَا فَلاَ تَخْرُجُوْامِنْهَا
"Apabila penyakit pes mewabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Dan apabila ia mewabah di suatu negeri dan kalian ada di dalamnya, maka janganlah keluar darinya." (HR. Ahmad)
Para dokter spesialis kuman dan penyakit mengatakan bahwa data hasil penelitian menunjukkan kepada kita manakala penyakit pes mewabah di suatu negeri, maka prosentase orang yang membawa kuman brejumlah 95%. Dan prosentase orang yang tampak berpenyakit berjumlah 20-30%. Sisanya adalah orang-orang yang membawa kuman akan tetapi zat kekebalan tubuhnya mengalahkan kuman tersebut. Apabila mereka tetap tinggal di tempat tersebut, maka kesehatan mereka tidak akan terancam. Namun apabila seorang dari mereka keluar dari tempat tersebut, maka dia akan menularkan penyakitnya.
Langkah paling tepat untuk menanggulangi penyakit ini adalah dengan melakukan karantina kesehatan Yaitu agar tidak ada yang keluar-masuk pada tempat di mana penyakit pes sedang mewabah. Semoga bermanfaat ya kak :)
Pusat kajian Alquran dan Hadits juga Fadillahnya - https://www.facebook.com/permalink.php?id=151125391659710&story_fbid=589591741146404
Terima kasih Nila.._^,,atas tambahan Hadist dari Usamah bin Zaid ra...bahwa memang benar penyakit pes itu semakin lama makin bertambah jika seseorang terkena penyakit pes lebih baik disegerakan berobat...
Hapuskarna kebanyakan orang menyangka penyakit pes ini,penyakit yang sepele..
semoga saling bermanfaat yaa..:-)
hai kak nuli, artikel mengenai Yersinia Pestis sudah kaka ulas dengan jelas dan baik.. apalagi tambahan dari temanteman juga.. jadi saya hanya akan menambahkan bagaimana proes transmisi atau penularan tentang bakteri ini, ternyata Y. pestis memiliki kemampuan untuk menyebabkan penyakit pada hewan pengerat, serangga dan manusia. Pembawa utama dari patogen adalah kutu tikus Oriental, Xenopsylla cheopis, dan binatang pengerat yang terinfeksi. Jalur penularan ke manusia biasanya melibatkan makan kutu pada tikus yang terinfeksi dan menjadi pembawa infeksi. Setelah diinternalisasi, bakteri akan terus mereproduksi sampai penyumbatan besar terbentuk di midgut kutu, menyebabkan pencernaan dan fungsi pencernaan lainnya untuk menghentikan. Ketika kutu mencoba untuk memberi makan pada manusia, sumbatan menghambat setiap darah dari memasuki rongga perut; sebaliknya, bagian-bagian dari penyumbatan, sering mengandung 11,000-24,000 basil, yang dimuntahkan ke host mamalia. Siklus wabah secara alami dengan periode diam yang dapat berlangsung beberapa tahun; Namun, hal itu akan selalu ditemukan di daerah sanitasi yang buruk, kepadatan penduduk dan populasi hewan pengerat yang tinggi. Karena faktor-faktor ini, sangat tidak mungkin bahwa wabah akan pernah diberantas seperti cacar atau poliovirus. Penelitian terkini tentang Yersinia pestis difokuskan pada identifikasi gen yang bertanggung jawab untuk mentransfer infeksi dari kutu ke manusia, serta protein gen penyebab penyakit yang memungkinkan kolonisasi bakteri dan infeksi di paru-paru. Penelitian juga sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin sepenuhnya efektif terhadap wabah pneumonia dan perawatan antibiotik yang lebih kuat untuk mengobati kasus infeksi.
BalasHapus( sumber : http://web.uconn.edu/mcbstaff/graf/Student presentations/Y. pestis/Yersinia pestis.html )
Hai juga Mazidah._^,,terima kasih juga tas tambahan artikelnya..memang benar penelitian saat ini mengembangkan dan sudah cukup membantu untuk pengobatan pes yaitu vaksin untuk mencegah tidak terkena penyakit pes..terlebih dahulu kita merawat diri serta memperkuat antibodi diri kita masing-masing..
Hapussemoga saling bermanfaat yaa...:-)
artikel yang sangat menarik sekali ka nulli. karena membaca judulnya saja sudah asing dan baru pertama kali linda mendengar akan penyakit ini sehingga dengan artikel ini linda dapat ilmu baru yang sangat bermanfaat sekali. ternyata tikus selain menjijikkan juga dia salah satu egen penyebar virus Yersinia Pestis yang berbahaya sekali, apalagi dikosan linda banyak banget tikus yang berkeliaran, berarti linda harus berhati-hati lagi dan waspada. hehe hanya ingin menyarankan ka nulli , linda masih belum bisa ngebayangin bagaimana makhluk hidup yang terkena penyakit ini seperti apa alangkah baik nya dalam artikel ditambahkan gambarnya jadi pembaca bisa langsung melihat. ijin menambahkan juga ka, ternyata penyakit ini sudah ada diberbagai negara dan dilakukan penelitian akan penyakit ini dan betapa bahyanya penyakit ini, untuk lebih menambha wawasan bisa dibaca di http://www.mehrir.kawunganten.com/2012/12/yersinia-pestis-penyebab-death.html. semoga bermanfaat dan terima kasih untuk artikel yang informatifnya.
BalasHapusTerima kasih Linda.._^,, atas tambahan gambar penderita penyakit pes....
Hapussama halnya seperti anggit..
maaf saya lupa..:-D untuk memasukan gambarnya..
semoga saling bermanfaat yaa...:-)
wah artikelnya sangat menarik sekali, setelah saya baca-baca tentang bakteri ini ternyata bakteri ini pernah digunakan sebagai senjata biologi dalam perang dingin seperti yang dikatakan oleh (Stenseth, 2008) bahwa Yersinia pestis has been used as a weapon of biological warfare for centuries. Some warfare strategies have included catapulting corpses over city walls, dropping infected fleas from airplanes, and aerosolizing the bacteria during the Cold War. sangat berbahaya yah... saya sedikit menambahkan pencegahan agar tidak terinfeksi bakteri ini dan terkena penyakit Black Death seperti jangan sampai ada tikus dalam rumah, jika punya hewan peliharaan seperti kucing jangan biarkan tidur di tempat tidur kita dan lainnya biar lebih lengkap silahkan buka link ini http://www.cdc.gov/Plague/ terima kasih :D
BalasHapusTerima kasih Raihan..:-),,atas tambahannya..sama halnya dengan firda, heti menyebutkan kucing juga salah satu hewan yang menyebarkan virus yersinia pestis,, oleh karena itu kebersihan didalam rumah sebaiknya lebih ditingkatkan lg..
Hapussemoga saling bermanfaat yaa..:-)
artikel yang informatif sekali ka nulli, jujur saya baru mendengar jenis penyakit ini dan ternyata penyakit ini cukup menyeramkan juga yah,,, dari artikel yang saya baca ada beberapa gejala penyakit black death ini berdasarkan bentukannya, yaitu :
BalasHapusPlague Bubonik: demam tinggi, detak jantung cepat, kelenjar getah bening bengkak, tekanan darah turun, gelisah, mengigau dan gerakan tidak teratur. Gejala akan muncul 2 sampai 5 hari sejak terjadi infeksi. Bisa fatal bila tidak diobati, separuh lebih penderitanya meninggal pada hari kelima setelah infeksi.
Plague Pneumonik: infeksi menyerang paru-paru dengan gejala demam tinggi, menggigil, detak jantung bertambah cepat, sakit kepala yang berat dan batuk yang tercampur darah. Bila tidak diobati bisa fatal, penderita bisa meninggal selang 48 jam setelah terjadi infeksi.
Plague Septikemik: ini infeksi yang menyerang ke dalam aliran darah, berakibat fatal dan lebih cepat daripada jenis sebelumnya.
Minor Pestis: infeksi ini lebih ringan dengan gejala seperti demam, kelelahan, kelenjar getah bening bengkak, sakit kepala. Gejala ini akan hilang setelah 1 minggu kemudian.
cukup menyeramkan bukan ? saya pun cukup tercengang dengan gejala dari penyakit yang mematikan ini :(
sumber http://www.inijalanku.info/obat-plague-black-death-herbal.html
terimakasih ka nuli semoga bermanfaat yaa :D
Terima Kasih amalia..._^ dalam artikel saya juga sudah menjelaskan gejala yang ditmbulkan jika seseorang terkana bakteri yersinia pesti..
Hapusdan tambahan yang dipaparkan oleh amalia juga memberikan ada 3 macam gejala yang ditimbulkan oleh bakteri tersebut..
Semoga saling bermanfaat yaa..:-)
Tambahan untuk artikel kak Nuli :D berdasarkan sumber http://www.news-medical.net/news/2006/09/07/38/Indonesian.aspx
BalasHapusYersinia pestis dapat menyebabkan peradangan dari lambung dan usus. Selain itu bakteri Yersinia memiliki plasmid virulensi, yang diperlukan untuk menyebabkan penyakit. Salah satu gen di bakteri ini ialah YpkA yang jarang ditemukan pada bakteri.
Gen Ypka ini mengganggu bentuk sel dengan memodifikasi sistem pendukung cytoskeletal mereka. Gen Ypka dapat melumpuhkan sel dengan bertindak sebagai "switch off" untuk protein yang terlibat dalam memodifikasi bentuk sel ( C. Erec Stebbins dari Rockefeller University )
Terima kasih kak :D
Terima Kasih..Audina atas tambahannya dan penjelasannya..mengenai bakteri YpKA..serta sudah disebutkan juga oleh teman-teman..penyakit pes juga bisa menyebabkan peradangan lambung serta usus..
Hapussemoga saling bermanfaat yaa..:-)
artikel yang sangat bagus dan bermanfaat, bakteri ini memang memberikan dampak negatif yang besar hingga sampai kematian, di sini saya hanya ingin menambahkan info terkait bakteri ini, ternyata Wabah bakteri Yersinia pestis berkaitan erat dengan Y. enterocolitica dan Y. pseudotuberculosis, yang adalah makanan-ditanggung agen yang menyebabkan peradangan dari lambung dan usus, selengkapnya bisa dibaca di http://www.news-medical.net/news/2006/09/07/38/Indonesian.aspx, semoga bermanfaat, terimakasih :)
BalasHapusTerima kasih Fitri...atas tambahan artikelnya..teman-teman juga sudah banyak membantu tentang bakteri tambahan yang penyebabkan penyakit pes, yang tidak hanya bakteri Yersinia pestis saja yang menginfeksi tetapi ada juga seperti Y. enterocolitica..sama halnya dengan penjelasan Firda..
Hapussemoga saling bermanfaat yaa..:-)
artikelnya sangat informatif sekali ka .. jujur saya baru tahu tentang bakteri ini.. berbahaya juga ya, setelah membaca artikel kaka, saya harus berhati hati lagi nih soalnya suka ada tikus ke kosan :D..
BalasHapussaya juga setuju dengan kaka.. saya juga baca di (sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Yersinia_pestis) memang benar cara penularan bakteri ini salah satunya lewat tikus .. sebenarnya banyk hewan yang bisa ditularkan lewat hewan seperti anjing, kutu chimpank dan lainnya..
trimaksih ka atas informasinya :)
Terima kasih Ghina telah setuju dengan penjelesan yang saya paparkan..
BalasHapussama halnya seperti teman-teman yang sudah banyak memberikan tambahan artikelnya..
hati-hati lebih menjaga kebersihan kostnya yaa..:-)
semoga saling bermanfaat..:-)
artikel yang sangat menarik kak, saya setuju dengan kakak bahwa Yersinia pestis ini menyebabkan penyakit pes atau plague yang merupakan wabah terkenal membunuh jutaan orang di Eropa selam abad pertengahan, seperti yang kakak terangkan dan beberapa comment yang ada bahwa penyakit ini dapat menular pada manusia, salah satunya dengan gigitan kutu tikus yang terinfeksi plague (http://www.cdc.gov/plague) terima kasih kakak...
BalasHapusTerima kasih juga Fithry..._^atas tambahan sumbernya...dan sudah setuju dengan penjelasan yang saya buat..
Hapussemoga saling bermanfaat yaa...:-)
artikel yang bagus dan sangat informatif sekali, setelah saya membacanya bertambah lagi wawasan saya mengenai bakteri yang menyebabkan penyakit yang menular dan dapat mengakibatkan kematian yaitu penyakit pes, saya baru mendengar penyakit ini. saya hanya ingin mengoreksi sedikit mengenai habitat bakteri Yersinia pestis yaitu menurut artikel yang kakak tulis bahwa organisme ini tumbuh sebagai anaerob fakultatif, pertumbuhan bakteri ini lebih cepat bila berada pada media yang mengandung darah atau cairan jaringan bagian dalam dengan suhu cairan 300oC. sedangkan pada kultur darah suhunya 370oC. namun, menurut sumber yang saya baca bakteri ini lebih cepat bila berada pada media yang mengandung darah atau cairan jaringan bagian dalam dengan suhu cairan 30oC.
BalasHapusSumber: https://mikrobia2.files.wordpress.com/2008/05/mikro1.pdf
Terima kasih :)
Terima kasih Windy.._^ atas tambahannya...saya juga telah menjelaskan tentang suhunya..dan dijelaskan lagi tentang organisme ini termasuk anaerob fakultatif..
HapusSemoga makin kaya pengetahuan kita semua..:-)
paparan yang bagus ka. saya jadi tau tentang bakteri ini yang dapat menebabkan penyakit pes pada manusia yang melalui host tikus. saya melihat gambar orang yang terjangkit penyakit pes ini sangat menyeramkan. cara penularan nya pun sangat beragam, di link ini dijelaskan berbagai macam cara penularan dari penyaki pes http://lib.unnes.ac.id/18486/1/6450408037.pdf
BalasHapusitu sja tambhan dari saya ka, terima kasih ;)
Terima kasih Delsa..._^ atas tambahannya seperti halnya dengan Anggit saya kurang menambahkan gambarnya karena lupa..:-D terima kasih telah diingatkan kembali...
HapusSemoga saling bermanfaat yaa..:-)